Berapa tekanan ban kendaraan anda?
Untuk menyaksikan nilai normal tekanan ban ini mampu dilihat dari Buku Manual kendaraan anda. Dalam buku manual umumnya pasti mencantumkan ukuran tekanan ban normal. Kaprikornus tekanan kendaraan motor, mobil penumpang, mobil barang, kendaraan beroda empat sedan, mobil SUV, dan lain-lain tentunya berlainan. Untuk itu gunakan tekanan ban sesuai dengan anjuran pabrikan kendaraan atau jikalau bannya telah diganti dengan ban bukan patokan pabrik, maka isilah angin ban sesuai dengan tawaran dari ban yang dipakai tersebut.
Untuk mengecek tekanan ban motor, atau mengecek tekanan ban mobil ini kita perlu alat pengukur tekanan ban. Alat pengukur tekanan ban ini ada banyak jenisnya, seperti pengukur tekanan ban digital, pengukur tekanan ban manual. Agar lebih mudah dalam penggunaannya, tekanan ban digital sangat dianjurkan, sebab akan menunjukkan nilai tekanan ban yang sempurna dalam pembacaannya. Saat ini sudah banyak dijual alat pengukur tekanan angin ban ini dengan harga yang terjangkau.
Bagaimana cara mengukur tekanan ban?
Cara mengukur atau mengecek tekanan ban ialah dengan memakai alat pengukur tekanan ban (tyre pressure) baik yang manual atau yang digital. Lakukan langkah-langkah pengukuran tekanan roda sebagai berikut:
- Siapkan alat pengukur tekanan ban.
- Buka tutup pentil ban.
- Jika menggunakan alat digital, maka aktifkan terlebih dahulu alat pengukur anda.
- Tekankan ujung alat ke ujung pentil dengan sempurna dan kuat, biar udara atau angin tidak keluar percuma dari pentil.
- Pastikan posisinya sempurna. Selanjutnya baca hasil tekanan ban, baik manual atau pun digital. (jika posisi alat tidak tepat, maka tekanan yang terbaca tidak maksimal dengan tekanan ban sesungguhnya, serta banyak angin ban yang terbuang percuma).
Tekanan ban yang berlebihan, maka ketentraman berkendara akan menyusut, sebab ban menjadi lebih keras. Dan kerusakan ban pada bab tengah tapak ban akan lebih singkat. Jika tekanan ban kurang, maka tapak bab tepi akan cepat tipis sebab terkikis dan ban akan gampang pecah, terutama bila dikendarai dalam kondisi kencang dan mampu menghancurkan velg. Isilah ban dengan angin biasa, semestinya gunakan pengisian ban dengan nitrogen sebab lebih awet (tidak mudah menyusut) dan lebih ringan pastinya. Ceklah secara berkala tekanan ban motor setiap seminggu sekali dan tambahlah kalau telah berkurang. Untuk ban kendaraan beroda empat mampu dicek optimal sebulan sekali, tergantung dari pemakaian kendaraan, sebaiknya sepekan sekali.
Jadikanlah pengecekkan tekanan ban ini selaku kegiatan rutin, supaya keselamatan dan ketentraman berkendara mampu tersadar. Selain itu tekanan ban yang cocok akan meminimalkan pemakaian BBM dan ban kendaraan anda mejadi lebih awet tentunya.

